Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :
1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan
Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Sumber DISINI
Selengkapnya...
Sumber DISINI
Déjà vu berasal dari bahasa perancis yang artinya “telah melihat sebelumnya” dan memiliki beberapa variasi termasuk
deja vecu - pernah mengalami
Deja senti – pernah memikirkannya
Deja visite – pernah mengunjunginya
Seorang ilmuwan perancis emile boirac telah mempelajarinya pada tahun 1876 tentang fenomena yang aneh ini dan menamainya.Banyak sekali referensi mengenai déjà vu yang bukan benar-benar hasil penelitian déjà vu
Para Peneliti mempunyai definisi mereka sendiri, tetapi biasanya déjà vu diuraikan seperti perasaan yang kamu telah lihat atau mengalami sesuatu sebelum ketika kamu mengetahui kamu belum pernah melakukannya mempunyai. Penyalah gunaan istilah umum déjà vu sepertinya sama dengan pengalaman precognitive – mengalami di mana seseorang mendapatkan suatu perasaan bahwa mereka mengetahui persisnya apa yang akan terjadi berikutnya, dan itu terjadi.
Suatu hal yang penting mengenai déjà vu adalah mengalami sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengalaman precognitive – jika itu nyata – menunjukkan satu hal akan terjadi di masa depan, namun bukan suatu hal yang pernah kamu lakukan – melihat masa depan. (Namun demikian, ada satu teori yang menyatakan bahwa déjà vu berkaitan dengan mimpi dan memberikan kepada kita “perasaan déjà vu”)
Halusinasi yang terjadi karena rasa sakit atau obat – obatan, terkadang diiringi dengan rasa melayang dan mempengaruhi déjà vu. Memori sumbang/palsu yang disebabkan oleh penyakit jiwa dapat dikacaukan dengan déjà vu juga. Berbeda dengan déjà vu, yang mana tipikalnya akan bertahan hanya 10 - 30 detik, kesalahan memori (gangguan ingatan) ini atau halusinasi dapat bertahan lama.
Jenis Déjà vu
Pembagian Déjà vu sangat tipis sekali, Bagi siapa yang mempelajarinya memiliki definisi dan membagi dengan kategori dan pembedaanya secara sendiri-sendiri. Namun setiap teori selalu mengkaitkan dengan penyebab dejavu
Allan brown, seorang professor dari psychologi di Universitas South Methodisr dan penerbit buku ‘pengalaman dejavu” : Esai dalam pengalaman teori psikologi.
Memiliki tiga kategori untuk déjà vu Ia meyakini bahwa déjà vu disebabkan karena kondisi disfungsi biologis (contoh : epilepsi),
Pada tahun 1983, Dr. vernon Neppe, direktur pasifik neuropsychiatric institut di Seatle, mengajukan 4 sub kategori dari déjà vu, termasuk epilepsi. Paranormal subjective, schizophrenic dan yang berkaitan dengannya.
Berikut ini 2 kategori tentang deja vu berdasarkan penelitian para peneliti diatas :
• Associative déjà vu
Jenis yang paling umum tipe déjà vu yang dialami oleh orang-orang sehat normal adalah associative secara alami. Kamu lihat, dengar, membaui atau mengalami suatu keributan yang berkaitan dengan suatu perasaan bahwa kamu berhubungan dengan sesuatu yang kamu telah lihat, mendengar, berpengalaman atau membaui sebelumnya.
Banyak peneliti berpikir bahwa . jenis déjà vu ini adalah suatu pengalaman “ingatan dasar “ dan berasumsi bahwa pusat memori otak yang bertanggung jawab untuk itu.
• Biological déjà vu
Ada juga kejadian déja vu antar orang-orang dengan epilepsi cuping sementara. Tepat sebelum kuma (epilepsi) mereka sering mengalami atau merasa déjà vu.
Ini telah memberikan peneliti suatu sedikit cara dapat dipercaya untuk mempelajari déjà vu, dan mereka telah telah mampu mengidentifikasi isyarat area otak dimana déjà vu tersebut memulai. Bagaimanapun, beberapa peneliti mengakatakan bahwa jenis déjà vu ini dengan jelas berbeda dari tipikal deja vu.
Orang yang mengalaminya mungkin akan mempercayai bahwa mereka telah mengalami Peristiwa/keadaan yang sama sebelumnya, dibanding dengan perasaan yang cepat berlalu.
Perkiraan Déjà Vu juga dapat terjadi dalam kekacauan psikiatris utama, mencakup ketertarikan, tekanan, dissociative kekacauan dan penyakit jiwa.
Déjà vu kronis
Beberapa waktu lalu ada sebuah studi tentang orang yang memiliki déjà vu kronis berdasarkan penelitian, empat orang manula di UK – inggris memiliki pengalaman dejavu secara berulang. Mereka menolak untuk membaca berita karena mereka pernah merasakan dan tahu apa yang terjadi dan akan di bicarakan. (walaupun mereka belum pernah). Atau mereka tidak dapat ke dokter karena mereka merasakan bahwa mereka telah merasakan sebelumnya dan mereka tidak melihat keperluannya.
Para peneliti telah menduga bahwa orang-orang ini memiliki pengalaman yang gagal didalam cuping sementara. Sirkuit ini aktif pada saat kamu mengingat sesuatu dan tersimpan dalam posisi “hidup”, lalu untuk di ucapkan. Hal ini sangat mempengaruhi menciptakan ingatan yang sebenarnya tidak ada.
Mempelajari Deja vu
Déjà vu sangatlah susah untuk di pelajari karena itu dimulai tanpa tanda-tanda, dan hanya terjadi pada beberapa orang dan tidak ada saksi, bukti fisik lainya kecuali. ‘hey déjà vu’ , karena inilah sedikit sekali lembaga penelitian yang melakukan penelitan dan tidak ada penjelasan yang pasti
Mempelajari déjà vu tergantung kepada penjelasan perseorangan dan pengumpulan data. Selama dua abad, manusia mencoba untuk mencari alasan tentang kejadian dejavu. Dari mulai filusuf hingga psikologi, hingga ahli paranormal. Mereka memiliki teori sendiri
Emile boirac adalah seorang peneliti psychic asal perancis yang pertama kali menggunakan kalimat déjà vu dalam bukunya, "L'Avenir des Sciences Psychiques.".
Ia tidak melakukan penelitian seraca mendalam pada fenomena, namun Sigmund Freud berteori bahwa pengalaman ini dihasilkan dari keinginan yang tertekan atau ingatan yang berkaitan dengan keadaan yang menegangkan yang mana orang tidak dapat lagi melakukan akses kepada memori normalnya.
Para peneliti yang mengunakan teori ini disebut paramnesia, untuk menjelaskan déjà vu pada bagian besar di abad 20.
Selama bertahun-tahun, banyak peneliti yang mengabaikan déjà vu, dikarnakan terkait dengan pengalaman kehidupan yang telah lalu, ESP dan penculikan mahluk asing. Terkaitan ini memberikan déjà vu sebagai pelajaran yang cacat.
Beberapa waktu lalu, para peneliti telah mengesampingkan keterkaitan-keterkaitan itu dan telah memulai meletakkan gambaran pemikiran teknologi untuk bekerja. Dengan meletakkan déjà vu dalam pelajaran ingatan, mereka berharap untuk dapat menemukan lebih dari ingatan terbentuk, tersimpan dan didapat kembali.
Mereka sejak itu telah menentukan bahwa “cuping sementara” yang di tengah-tengah terlibat dalam memori sadar kita. Di dalam “cuping sementara” yang di tengah-tengah adalah parahippocampal gyrus, rhinal cortex dan amygdala.
John D.E. Gabrieli pada Stanford Universitas menemukan pada tahun 1997 bahwa hippocampus dapat menyadarkan kita untuk mengingat peristiwa. Ia juga menemukan bahwa parahippocampal gyrus memungkinkan kita untuk menentukan apa yang umum dikenal dan apa yang bukan ( dan tanpa benar-benar mendapat kembali suatu memori spesifik untuk melakukannya)
Sekitar 60 % korespondensi menyatakan bahwa mereka pernah mengalami déjà vu, jumlah semakin tinggi diantara orang-orang berumur 15 hingga 25 tahun.
Besaran umur bervariasi antar peneliti, tetapi paling setuju bahwa pengalaman dejavu berkurang dengan seiring dengan umur. Di sana telah pula dilaporkan bahwa dejavu terjadi diantara mereka yang memiliki pendapatan lebih tinggi, mereka yang cenderung untuk bepergian lebih dan mereka yang mempunyai pendidikan lebih tinggi.
Imajinasi aktif dan kemampuan untuk mengingat mimpi juga terjadi secara umum diantara orang orang yang dilaporkan mengalami deja vu
Beberapa peneliti juga melaporkan bahwa semakin lelah atau stress pada diri anda, anda akan mengalami dejavu. Beberapa peneliti juga mengatakan sebaliknya. Mereka melaporkan bahwa semakn bugar dan relaks tubuh anda, semakin kemungkinan anda dapat mengalami déjà vu.
Sebuah laporan menemukan bahwa semakin berpikiran terbuka atau berpolitik liberal sebagai pribadi, semakin banyak mereka mengalami déjà vu. Bagaimanapun, ini berarti bahwa semakin anda memiliki pemikiran yang terbuka, semakin anda berbicara sesuatu yang berpotensi “aneh”, seperti Déjà vu.
Konsentrasi yang terpecah (The cell phone theory)
Dr. Alan brown telah mencoba membuat ulang sebuah proses yang dia pikir sama dengan déjà vu. Dalam penelitian di Universitas Duke dan SMU, ia dan temannya Elizabeth marsh menaruh tes idea subliminal
Mereka menunjukkan beberapa foto dari beberapa tempat kepada sejumlah murid, dengan rencana untuk menanyakan kepada mereka tentang lokasi yang mereka kenal akrab.
Pada saat penunjukkan beberapa foto, bagaimanapun, mereka menunjukkan foto secara kilat pada layar pada kecepatan subliminal – sekitar 10 – 20 milliseconds, yang mana cukup lama bagi otak untuk mengingat foto tetapi tidak cukup bagi para murid untuk sadar pada itu.
Pada pengalaman ini, gambar yang telah ditunjukkan secara subliminal yang mana sangat familiar memiliki nilai tinggi dibanding yang tidak. Walaupun para murid tersebut pernah mengunjungi lokasi itu dan telah keluar dari pelajaran. Larry jacoby dan kevin whitehouse dari Universitas Washington pernah melakukan ujicoba yang sama dengan menggunakan kata-kata, dengan hasil yang sama pada daftar kata-kata.
Berdasarkan ide ini, Alan brown mengajukan apa yang dia sebut teori telephon genggam (pemecah konsentrari). Ini berarti bahwa ketika kita terganggu dengan sesuatu, kita secara subliminal membawa kedalam diri kita tetapi kemungkinan tidak teringat secara sadar. Lalu ketika kita dapat focus dengan apa yang kita lakukan, apa yang berada di sekitar kita nampak telah kita kenali, walaupun sebenarnya tidak seharusnya.
Dengan pemikiran ini, nampaknya alasan yang masuk akal untuk melihat bagaimana kita dapat berjalan memasuki rumah pada saat pertama kalo, mungkin ketika kita berbicara kepada pemilik rumah, dan mengalami Déjà vu. Itu bekerja seperti ini : sebelum kita menyadari melihat pada ruang, otak kita telah memproses itu secara visual dan atau dengan bau, atau suara, jadi ketika kita secara sadar melihatnya. Kita mendapat sebuah perasaan yang pernah kita alami sebelumnya………………..
Selengkapnya...
Banyak tulisan tentang bagaimana orang Jepang dapat berumur panjang. Antara lain disebutkan bahwa , karena orang Jepang gemar dan hanya menyenangi makan ikan laut. Tidak itu saja, tetapi memakannya tanpa dimasak. Kita mengenal tentang bagaimana menu orang Jepang di restaurant-restaurant Jepang dimana saja diseluruh dunia.
Teman saya, mendengar cerita dari seorang sinshe di Pluit, bahwa disatu desa dipegunungan Himalaya terdapat suku bangsa yang rata-rata umurnya 125 tahun. Sinshe itu mengatakan bahwa beberapa penyebabnya adalah, memang umur manusia sebenarnya adalah 125 sampai dengan 130 tahun. Desa dipegunungan Himalaya, telah membuktikannya. Disana tidak ada udara yang kotor, tidak ada pabrik, tidak ada kendaraan bermotor yang mengeluarkan gas buang beracun. Mereka tidak pernah bisa makan pizza hut, mac donald dan lain lain makanan cepat saji. Disana tidak ada super mi dan juga segala bumbu vetsin dan lain sebagainya. Lebih dari itu, disana tidak ada hiburan malam dan juga semua orang tidak ada yang merokok. Kemana-mana mereka berjalan kaki, walaupun jauh, karena memang tidak ada alat trransportasi. Olah raga sepanjang hidup ! Kehidupan, benar-benar alamiah, jadi dengan demikian orang disana berumur panjang.
Kesimpulannya adalah umur biologis manusia adalah rata-rata dapat mencapai 120 tahun, akan tetapi umur biologis manusia yang tinggal dikota-kota besar secara drastis menurun sampai lebih kurang hanya 60 sampai dengan 80 tahun saja. Jadi sebenarnya, manusia di kota-kota besar, dengan umur kalender sekitar 60 sampai dengan 80 tahun itu sama dengan umur biologis manusia seusia 120 tahun. Manusia telah memperpendek umurnya sendiri. Itulah yang terjadi. Untuk mengetahui lebih awal tentang tanda-tanda bahwa usia anda tengah menjelang usia biologis 120 tahun, walaupun usia kalender anda baru 40 atau 45 tahun saja, cermatilah 10 tanda ketuaan berikut ini :
1. Gigi yang berubah warna - ini disebabkan terlalu banyak minum kopi dan atau merokok.
2. Terjadi keretakan disudut mulut - akibat kekurangan vitamin B.
3. Gusi berdarah - sering sakit gigi dan rapuh - dianjurkan untuk minum vitamin C.
4. Rambut memutih dan kering - minumlah vitamin B
5. Kulit mengeriput - bantu dengan vitamin C, K dan bioflavinoids.
6. Kuku mulai melepas dan retak - tambah kalsium, zinc, protein dan fatty acid.
7. Detak jantung iramanya berubah - kurangi kafein.
8. Lidah pucat - tanda kekurangan darah.
9. Sering kembung dan gatal.
10. Sering lupa - minum gingko dan phospatidylserine.
Itulah, 10 tanda ketuaan, namun yang penting, bila sudah sangat menganggu, segera hubungi dokter untuk dapat mengurangi gangguan tersebut.
Lebih penting lagi, karena sugesti lebih dominan dalam menjalani hidup yang sehat, maka sekali lagi dianjurkan : “Learn to Relax and Enjoy Life !” simply, because Life is too short . Caranya, antara lain adalah dengan selalu bersukur atas nikmat Allah dan taat beribadah, serta senantiasa berupaya berpikir positif. Jangan bebani diri anda dengan “marah”, “iri hati”, “dendam” dan fikiran negatif lainnya.
(dikutip dari beberapa sumber).
SUMBER DISINI
Selengkapnya...
Hmm.. lagi iseng-iseng Browsing.. eh tiba2 disasarin Om Google ke suatu alamat web nah disitu tertulis nama-nama korea itu berasal dari Tanggal Bulan dan Tahun kelahiran kita!
Misalnya..
1. Surname (Nama Keluarga) : Nama keluarga/Depan orang korea adalah dari nomor terakhir tahun kelahiran.. Seperti:
II. Middle name (Nama Tengah) : Adalah dari bulan kelahiran.
III. Name : Diambil dari tanggal kelahiranmu.Wah kalo begitu nama saya Park Ha Sun
weleh2.. lucu juga sih..
Kalo orang cina/korean/ bahkan mungkin jepang punya nama international.. nah kita orang indo bisa ikut2an pake nama korean.. hehehe piss...
___________
sebenernya sih arti nama itu sangat penting..
___________
ah udahlah males banyak ngoceh :mrgreen:
met mencoba!!
Selengkapnya...
Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio.
Kenapa?
Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita.
Benar apa tidak?
SIFAT SECARA UMUM
A terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yang kadang bikin org mudah sebel, kecenderungan politik: “destra”
B nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: “sinistra”
O berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada Yang detil, kecenderungan politik: “centro”
AB unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik
Yang paling gampang ngaret soal waktu
1 B (krn nyantai terus)
2 O (krn flamboyan)
3 AB (krn gampang ganti program)
4 A (krn gagal dalam disiplin)
Yang paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
3 AB (krn asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)
Yang paling bisa dipercaya :
1 A (krn konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
Yang paling disukai utk jadi teman :
1 O (orangnya sportif)
2 A (selalu on time dan persis)
3 AB (kreatif)
Teman Yang paling disebelin/tidak disukai:
1 B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2 AB (double standard)
3 A (terlalu taat dan scrupulous)
4 O (sulit mengalah)
Yang paling mudah kesasar/tersesat
1 B
2 A
3 O
4 AB
4 B (tergantung mood)
Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1 O (jago olah raga)
2 A (persis dan matematis)
3 B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
4 AB (alergi pada setiap jenis olah raga)
4 AB (mudah ganti frame of reference)
Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin
1 O (krn berjiwa leadership dan problem-solver)
2 A (krn berpribadi “minute” dan teliti)
3 B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)
4 AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)
Yang jadi PM jepang rata2 bergolongan darah
1 O (berjiwa pemimpin)
Mahasiswa Tokyo Univ pada umumnya bergol darah : B
Yang paling gampang nabung :
1 A (suka menghitung bunga bank)
2 O (suka melihat prospek)
3 AB (menabung krn punya proyek)
4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)
Yang paling kuat ingatannya
1 O
2 AB
3 A
4 B
Yang paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan)
Yang paling panjang umur :
1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
2 A (hidup teratur)
3 B (mudah cari kompensasi stress)
4 AB (amburadul)
Yang paling gampang gendut
1 O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2 B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3 A (hanya makan apa Yang ada di piring, terpengaruh program diet)
4 AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)
Yang paling gampang flu/demam/batuk/ pilek
1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2 AB (lemah thd hygiene)
3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4 B (makan, tidur nggak teratur)
Apa Yang dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :
O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an)
A (ngambil Yang berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
B (suka ambil makanan Yang banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”
Yang paling cepat botak :
1 O
2 B
3 A
4 AB
Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)
Yang paling cepet tertidur
1 B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2 O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ken ngantuk)
3 AB (tergantung kehendak)
4 A (tergantung aturan dan orario)
Penyakit Yang mudah menyerang :
A (stress, majenun/linglung)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)
Apa Yang perlu dianjurkan agar tetap sehat :
A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan Yang menyenangkan dan bikin lega).
Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1 A
2 B
3 O
4 AB
_________
wallahualam bish shawab..
artikel ini didapat dari Antonius Wijaya's Web Blog (maaf ya lupa alamatnya) :wink:
Selengkapnya...
Hehehe... :D
Belajar bahasa asing emang asyik walopun kadang2 nyebelin, "Rumit!". Jadi dengan memahami jenis2 kata itu " Cara masing2 orang dalam mempelajari bahasa Asing pun beranekaragam caranya, ada yang dengan menghafal teks lagu (karena hobi menyanyi ato sekedar dengerin musik), ada yang dengan tuntutan lingkungannya, karena ada tambahan pelajaran bahasa asing, ada juga karena tetangga ato temennya orang asing (btw orang irian pun termasuk orang asing khan?? karena dari daerah terasing **ciat kaborrr**)
Intinya w mo ngasih dikit ilmu aja sahhh.. **ngerti juga kagak :)) tabok aja dah**
Pas lagi mutar2 di google ---orang ellite bilangnya Browsing--- eh ada yang nulis singkatan gaul gituh. Mayanlah buat cadangan kosakata hehehe. But, sori2 bet yaa w luffaaa bener ini artikel darimane :D
Met baca aja deh..
AFAIK = As Far As I Know
ASAP= As Soon As Possible
BTW = By The Way
CMIIW = Correct Me If I’m Wrong
OIC = Oh, I See
OMG = Oh, My God
OTOH = On The Other Hand
CP = Cross-Posting
OT = Off Topic
OOT = Out Of Topic
VOOT = Very Out Of Topic
POV = Point Of View
PS = Post Scriptum; PostScript
SOL = Sorry, One Liner - kalau pesan anda pendek, cantumkan ini.
FYI = For Your Information
HTH = Hope That Helped/Hope This Helps
IAC = In Any Case
IIRC = If I Recall Correctly
IMO = In My Opinion
IMHO = In My Humble Opinion (rarely: In My Honest Opinion)
IMNSHO = In My Not-So-Humble Opinion
IOW = In Other Words
ISO = In Search Of
LOL = Laughs Out Loud
LMAO = Laughing My Ass Off
ROTFL = Rolling On The Floor Laughing
ROTFLMAO = Rolling On The Floor Laughing My Ass Off
SSIA = Subject Says It All
TBE = To Be Expected
TBH = To Be Honest
TWIMC = To Whom It May Concern
TBYB = Try Before You Buy
TMA = Take My Advice
TIMTOWTDI = There Is More Than One Way To Do It
TINALO = This Is Not A Legal Opinion
TINAR = This Is Not A Recommendation
TIA = Thanks In Advance
TFTT = Thanks For The Thought
TYVM = Thank You Very Much
WOMBAT = Waste Of Money, Brains, And Time
WBS = Write Back Soon
WRT = With Regard To; With Respect To
WYGIWYPF = What You Get Is What You Pay For
WYSIWYG = What You See Is What You Get
WTB = Want To Buy
WTS = Want To Sell
WTI = Want To Inform
WTA = Want To Ask
*****
wew... btw ribedhh juga ya kalo buat diapalin :))
ya kali2 aja gitu lah buat iseng2 khan mayan jadi nge-Bule dikidd :D
Kali aja abis yg baca nih postingan langsung gubrakzz---pingsan. Ato mimisan (??), ato kebelet pipis (hehe ketawa ngakak kali, auah..)
Pokoknya makasih buat yang telah sudi menyesatkan diri ke blog ini. :)
NB: Artikel ini tidak diperuntukkan sebagai resensi karya ilmiah. Artikel ini cukup berbahaya menyesatkan anak yang belum baligh (upss..!!). Salam hangat Neng Eish.. :)
Selengkapnya...
Para ilmuwan menyatakan gen yang menyebabkan sejumlah pria mengalami kebotakan secara dini seperti ayah mereka. Gen kebotakan hanya dapat diturunkan pada wanita kepada putranya,katanya
Para ilmuwan menyatakan mereka pada akhirnya telah menemukan gen yang menyebabkan sejumlah pria mengalami kebotakan secara dini seperti ayah mereka.
Tim yang sama menemukan gen kebotakan tiga tahun lalu yang hanya dapat diturunkan pada wanita kepada putranya, yang memberikan penjelasan mengapa kebotakan pada sejumlah pria mirip dengan kakek mereka dari pihak ibu.
Kini para pakar genetika di dua universitas Jerman, Universitas Bonn dan Universitas Dusseldorf, telah membidik dengan tepat pada gen yang dapat diturunkan baik oleh ayah maupun ibu kepada putra mereka.
Dengan demikian jelas sudah mengapa sering dijumpai kemiripan antara ayah dan anak dalam masalah ketipisan rambut mereka.
Sekelompok ilmuwan Inggris pada waktu yang hampir bersamaan menemukan gen tersebut. Kedua penemuan disiarkan bersama dalam edisi online Nature Genetics, Minggu.
Tim Bonn yang dipimpin Axel Hilmer mengkaji lebih dari 500.000 pembawa tanda genetik ketika mereka memburu sifat yang khas pada pria yang mengalami kebotakan pada umur setengah baya atau lebih dini lagi.
Begitu mereka menemukan bagaimana gen mempengaruhi pertumbuhan rambut, penemuan tersebut akan memungkinkan dipertimbangkannya berbagai terapi untuk mencegah kebotakan.
Tim Hilmer memperingatkan bahwa gen lainnya juga memiliki berpotensi terlibat dalam mendorong kebotakan, sehingga membuat masalah itu menjadi semakin rumit. [idk/ant/www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...
Studi jangka panjang menunjukkan bahwa anak-anak Guatemala yang diberi makanan berprotein tinggi sejak mereka mulai belajar berjalan, fungsi psikologis dan status pekerjaan mereka meningkat bertahun-tahun kemudian
Diet nutrisi di awal masa kanak-kanak memberikan perkembangan akhir yang mungkin tidak terlihat nyata hingga mereka dewasa, menurut studi jangka panjang dari anak pedesaan Guatemala yang diumumkan Juli 2008.
Selama 8 tahun sejak 1969, sebuah percobaan dilakukan di 4 desa yang berlokasi di sebelah timur laut dataran tinggi Guatemala dimana ratusan penduduk desa diberi makanan kaya protein, bubur manis, sementara yang lain diberi minuman bergula tanpa nutrisi yang berarti.
Tiga dasa warsa berikutnya, banyak anak dengan usia 2 tahun atau dibawahnya dan saat ini telah dewasa, diuji kemampuan membaca dan ketrampilan nonverbalnya seperti pengenalan pola.
“Pengaruh pemberian nutrisi yang lebih baik dalam dua tahun pertama hidupnya berdampak pada performa hasil percobaan yang secara kasar setara dengan pengaruh yang terjadi selama penambahan umur masa sekolah,” kata peneliti Aryeh Stein dari Emory University di Atlanta.
Secara keseluruhan, anak-anak Guatemala rata-rata bersekolah selama 4 tahun, tetapi mereka yang makan bubur nutrisi, rata-rata mengikuti sekolah setengah tahun lebih lama dibandingkan mereka yang mendapatkan minuman yang diberi pemanis.
Rata-rata anak perempuan mampu bersekolah sekitar satu tahun lebih lama. Mereka yang mengonsumsi bubur juga rata-rata lebih tinggi sekitar 0,8 inchi.
Suatu studi serupa yang dipublikasikan pada Februari menemukan bahwa bubur bernutrisi yang diberikan pada anak lelaki Guatemala berusia 3 tahun dan dibawahnya, mendapatkan keuntungan bertahun-tahun kemudian, dengan penghasilan per jam mereka saat dewasa 46 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapatkan diet protein.
Keuntungan pengembangan dari diet nutrisi nampaknya mendorong para orang tua untuk mengirimkan mereka ke sekolah yang lebih lama, kata Stein.
Hal itu juga mungkin telah membantu perkembangan anak-anak muda untuk lebih berinteraksi dengan lingkungan mereka dan, kemudian, memiliki kemampuan lebih untuk menyerap apa yang telah ditawarkan sekolah.
Dimungkinkan juga bahwa nutrisi yang telah diberikan, mendorong perkembangan fisik otak mereka, tetapi peneliti tidak memiliki bukti mengenai hal tersebut.
Di sekitar waktu yang sama, sedikitnya ada tiga percobaan serupa yang berlangsung di Kolombia, Taiwan, dan diantara penduduk miskin New York yang dievaluasi keuntungankeuntungan nutrisi dan intervensi lain pada perkembangan anak.
“Studi kami, seperti studi lainnya memiliki bukti kemanjuran dampak yang terbatas dari nutrisi dalam jangka pendek,” lanjut Stein.
“Namun saat ini kita sedang melihatnya… Hal itu membutuhkan waktu perkembangan yang lebih lama. Anda harus memiliki anak yang melalui masa sekolah dahulu untuk melihat perbedaannya.”
Pada saat itu, para peneliti berdebat apakah etis memberi protein pada sebagian penduduk desa sementara menjatuhkan yang lain. Saat ini, keberatan atas studi itu boleh jadi karena minuman yang mengandung gula dapat mendorong ke arah obesitas atau permasalahan lain, tutup Stein. [Reuters Health/tnm/www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...
Sekilas, peristiwa gugurnya dedaunan tumbuhan tampak seperti kejadian alam biasa. Namun ternyata tidak demikian bagi para ilmuwan, yang meneliti sungguh-sungguh fenomena yang diistilahkan dengan “abscission” ini
Abscission adalah suatu proses yang dilakukan tumbuhan untuk memisahkan dan ‘membuang’ organ tumbuhan seperti dedaunan, kelopak bunga, bunga dan buah yang tidak lagi diperlukan tumbuhan atau yang terserang penyakit.
Bukan peristiwa sederhana
Gugurnya organ tumbuhan ini ternyata melibatkan sistem informasi genetika yang rumit. Para peneliti University of Missouri (MU) telah menyingkap kendali pengaturan pengguguran organ tumbuhan pada tanaman jenis Arabidopsis thaliana, yang seringkali dijadikan bahan percobaan di laboratorium.
Bidang ini sangat menarik perhatian bagi industri tanaman buah dan bunga potong. Hal ini karena para pengusaha di bidang itu sangat bergantung pada zat-zat atau faktor-faktor pendorong atau penghambat pengguguran organ tumbuhan bernilai bisnis ini, di antaranya dalam rangka menjaga mutu buah. Demikian papar situs warta iptek Physorg.com, 22 September 2008.
Menurut John Walker, kepala the MU Interdisciplinary Plant Group di the Christopher S. Bond Life Sciences Center, tumbuhan menggugurkan organnya karena sejumlah alasan. Dedaunan tua, misalnya, digugurkan guna membantu daur ulang zat-zat makanan, sementara buah-buahan yang telah masak rontok dan jatuh ke bawah guna membantu penyebaran benih.
Juga, bagian-bagian bunga yang terkena penyakit sengaja digugurkan dan dibuang oleh tumbuhan. Hal ini sengaja dilakukan untuk mencegah penjalaran penyakit.
Banyak yang tidak diketahui
Namun begitu masih ada sisi lain tentang pengguguran organ tumbuhan ini yang belum terungkap ilmuwan. Mereka masih belum paham mengapa Arabidopsis thaliana menggugurkan bagian-bagian bunganya setelah bunga tersebut dewasa.
Bagian-bagian bunga tumbuhan Arabidopsis thaliana tidaklah memerlukan ruang besar, sehingga penggugurannya tidak terlihat memiliki kegunaan yang jelas. Anehnya gen-gen yang bekerja memicu pengguguran ini sudah ada di tumbuhan itu sejak lama, kata Walker.
"Proses pengguguran adalah sebuah fenomena yang masih perlu diungkap secara penuh," kata Walker, yang juga menjabat profesor ilmu biologi di MU's College of Arts and Science.
Ilmu Allah Mahaluas
Demikianlah gugurnya daun, bunga, buah dan bagian tumbuhan lain ternyata bukan kejadian biasa atau kebetulan saja. Itu adalah peristiwa besar yang sengaja Allah ciptakan, yang melibatkan pengaturan rumit gen-gen tumbuhan.
Tanpa pengguguran ini, takkan ada daur ulang zat gizi, takkan ada penyebarluasan biji dan takkan ada pencegahan perluasan penyakit. Jika kesemua proses ini terhenti, tumbuhan pada akhirnya akan punah. Akhirnya manusia, yang sangat bergantung pada keberadaan tumbuhan, sudah pasti akan menderita dan sirna juga dari muka bumi.
Pernyataan profesor bahwa pengguguran bagian bunga Arabidopsis thaliana tampak tidak memiliki kegunaan jelas hanyalah menunjukkan belum mampunya sang ilmuwan memahami pemahaman utuh tentang fenomena itu. Ini juga isyarat jelas keterbatasan pengetahuan manusia dan Mahaluasnya Ilmu Allah.
Allah, Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sekecil apa pun, dengan maksud dan tujuan yang jelas, demi kebaikan seluruh alam, termasuk manusia. Dialah yang telah menciptakan isi alam ini, beserta peristiwa, dengan sempurna, seimbang dan menurut takdir atau pengetahuan Mahahebat Allah yang telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Tak terkecuali penciptaan peristiwa gugurnya organ tumbuhan, seperti dedaunan dan biji-bijian, yang merupakan salah satu bentuk kenikmatan dari Allah yang Maha Pengasih untuk manusia:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. 6:59). [ah/physorg.com/www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...
Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi orang tua dengan bayi mereka pada tahun pertama kehidupannya dapat dipakai untuk memperkirakan masalah perilakunya di kemudian hari
Sebuah studi yang diikuti hampir 1.900 anak dari masa balita hingga usia 13 tahun, menemukan bahwa anak yang ibunya memberikan cukup banyak dorongan intelektual selama tahun pertama kehidupannya –membacakan sesuatu untuk mereka, mengajak mereka bicara, dan membawa mereka keluar rumah sepertinya tidak terlalu mempunyai masalah serius dalam perilakunya.
Pada saat yang sama, masalah perilaku–menyusahkan juga berkaitan dengan ukuran tertentu dari perangai anak selama masa pertumbuhannya –seperti betapa rewelnya mereka, atau apakah mereka secara umum bahagia atau memiliki mood yang berubah-ubah.
Penemuan-penemuan tersebut menyimpulkan bahwa pola asuh dan perangai anak adalah pertanda yang kuat dari perilakunya dikemudian hari, para peneliti menyimpulkan dalam the Journal of Abnormal Child Psychology.
Menurut para peneliti yang dipimpin Dr. Benjamin B. Lahey dari the University of Chicago, penemuan juga menunjukkan keuntungan potensial dari pembelajaran ketrampilan yang diperlukan oleh ‘orang tua baru’.
“Penemuan yang sedang dipelajari sejalan dengan hipotesis menyatakan bahwa campur tangan pengasuhan selama tahun pertama kehidupan anak akan menguntungkan untuk mencegah anak membuat masalah dikemudian hari,” tulis para peneliti.
Studi ini melibatkan 1.863 anak dan ibunya di Amerika. Ketika anak-anak masih bayi, para peneliti mengunjungi rumah mereka dan mengamati interaksi diantara mereka. Para ibu juga diwawancara perihal karakter perilaku bayi.
Secara keseluruhan, tim Lahey menemukan, bayi-bayi yang sering rewel atau memiliki pola perilaku yang tidak bisa diperkirakan – misalnya, menjadi lapar atau capek pada waktu berbeda di setiap harinya – nampaknya akan mempunyai masalah perilaku pada masa kanak-kanaknya di kemudian hari.
Masalah ini mencakup hal-hal seperti suka keluar kelas atau ngobrol di sekolah, tidur-tiduran, mengganggu temannya, atau tidak mematuhi orang tuanya.
Sebaliknya, anak-anak yang tidak terlalu rewel dan bisa ditebak suasana hatinya sebagai bayi-bayi yang ‘beresiko rendah’ membuat masalah dikemudian hari, lapor para peneliti.
‘Resiko rendah’ yang kurang lebih sama terlihat pada anak-anak yang ibunya memberi cukup dorongan intelektual di masa bayi – misalnya dengan membacakan sesuatu untuk mereka atau mengajaknya keluar rumah secara teratur.
Pola asuh semacam itu, menurut para peneliti, mungkin merupakan cerminan yang baik bagaimana perhatian dan kasih sayang orang tuanya secara umum. Namun merangsang aktivitas selama masa balita mungkin dapat memudahkan pengembangan bahasa bagi anak-anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.
Seperti perangai diawal kehidupannya dan perilaku di masa kanak-kanak, diketahui bahwa pada tingkat tertentu ditentukan oleh faktor keturunan, tulis Lahey dan rekan-rekannya.
Namun demikian, para peneliti menyimpulkan, “banyak hal tetap harus dipelajari tentang mekanisme melalui perangai bayi, pola asuh selama masa pertumbuhan, dan permasalahan yang dibuat dikemudian hari adalah hal yang berkaitan.” [rtr/tnm/www.hidayatullah.com]
foto diambil tabloid ibu & anak
Selengkapnya...
Aktivitas googling mungkin membantu mengekalkan ketajaman fikiran para penggunanya, kata peneliti UCLA, Amerika Serikat (AS) kemarin.
Peneliti di Universiti California Los Angeles mengkaji mereka yang melakukan penyelidikan web sambil aktivitas otak mereka direkam dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Penelitian menunjukkan, berselancar di dunia maya dapat menstabilkan kinerja sistem saraf di otak. 50 persen dari jumlah itu merupakan orang yang memiliki pengalaman bermain internet.
MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi.
Peneliti melakukan pemeriksaan elektronis otak MRI pada 24 sukarelawan antara umur 57 sampai 76. Diantaranya mempunyai pengalaman internet.
"Mereka yang berpengalaman dalam internet menggunakan lebih banyak aktivitas otak ketika melakukan penelitian," kata Dr Gary Small, pakar penuaan di UCLA. "Apa yang kami lihat adalah otak orang yang sering berselancar di dunia maya bekerja lebih, dan itu memungkinkan otak untuk tetap aktif dan sehat," tambah Gary.
Menurut Small, studi-studi yang dilakukan sebelumnya memang telah membuktikan setiap permainan yang membutuhkan tantangan seperti Puzzle dapat membantu kinerja fungsi otak, tapi belum ada penelitian yang membuktikan jika internet mampu melakukan hal yang serupa.
"Penelitian ini adalah penelitian pertama yang mensimulasikan kinerja otak saat bermain internet," kata Small. [newshealth/cha/www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...
